Senin, 13 Maret 2017

Nasihat Orang Zuhud Kepada Imam Al-Baqir

Pada suatu hari, Muhammad bin Munkadir, yang terkenal sebagai seorang zahid yang tekun beribadah, pergi ke luar kota. Cuaca sangat pan... thumbnail 1 summary

Pada suatu hari, Muhammad bin Munkadir, yang terkenal sebagai seorang zahid yang tekun beribadah, pergi ke luar kota. Cuaca sangat panas sesuai dengan musimnya saat itu. Matahari pun memancarkan sinarnya yang menyengat.
Di perjalanan ia melihat seseorang berbadan gemuk dipapah dua orang budak berkulit hitam. Orang itu keluar untuk mengontrol keadaan tanamannya. Munkadir berkata dalam hati:”Siapa gerangan orang yang dalam keadaan panas seterik ini, masih mau disibukkan urusan dunia? Saya harus mendekat dan menasihatinya.”
Ketika ia mendekat, ternyata orang itu ialah Imam Al-Baqir. Maka Munkadir menggeleng-gelengkan kepala keheranan. Lalu ia member salam kepadanya dan Imam Al-Baqir menjawab salamnya dalam keadaan bercucuran keringat.
Kata Munkadir: “Semoga Allah memperbaiki dirimu sebagai seorang syaikh dari suku bangsa Quraisy. Siang-siang seterik ini, tuan keluar untuk mencari dunia. Bagaimana jadinya kalau ajal menemuimu dalam situasi seperti ini?”
Imam Al-Baqir bersandar pada dinding dan menjawab:”Demi Allah, jika aku mati dalam keadaan seperti ini, dimana aku sedang menaati perintah Allah, aku akan bangga. Yang aku takutkan ialah kematian yang dating di saat aku sedang berbuat maksiat kepada Allah.”
Jawaban ini membuat Munkadir sadar akan kesalahannya, yang semula merasa bahwa dirinya benar. Kemudian ia menghampiri Imam Al-Baqir sambil berkata:”Mudah-mudahan Allah melimpahkan rahmat kepada tuan, wahai Abu Ja’far. Sebenarnya aku bermaksud menasihati tuan, kiranya sebaliknya tuanlah yang menasihatiku.

Tidak ada komentar

Posting Komentar