Ibnu sina adalah seorang alim yang menguasai ilmu-ilmu yang
ada pada masa hidupnya. Masih dalam usia belasan tahun, ia telah mendalami
ilmu-ilmu filsafat, fisika, eksakta dan ilmu-ilmu agama. Pada suatu hari,
tatkala ia sedang mengajar murid-muridnya, Ibnu Maskwaih, seorang alim yang
sangat terkenal, ikut mendatangi ruang belajar. Ibnu Sina melemparkan sebuah jauzah (sejenis pinang) kea rah Ibnu
Maskawaih sambil bertanya dengan sikap sombong, “Berapakah luas permukaan kulit
dari buah ini?”
Ibnu Maskawaih menjawab: “Perbaiki dahulu akhlakmu! Itu
lebih penting daripada menentukan luas
permukaan kulit buah ini”. Kemudian ia memberikan Ibnu Sina buku pelajaran
akhlak yang kebetulan dibawanya. Mendengar kata-kata itu merahlah muka Ibnu
Sina karena malunya. Mulai saat itu ia memperbaiki akhlaknya.

Tidak ada komentar
Posting Komentar