Selasa, 14 Maret 2017

Mendengarkan Do'a Ibu

Ia belum tidur malam itu, tanpa sengaja didengarkannya do’a yang dipanjatkan ibunya dengan khusyu’. Saat itu adalah malam Jum’at, i... thumbnail 1 summary



Ia belum tidur malam itu, tanpa sengaja didengarkannya do’a yang dipanjatkan ibunya dengan khusyu’. Saat itu adalah malam Jum’at, ia perhatikan gerak-gerik ibunya dari ruku’nya, sujudnya dan duduknya.
Walaupun masih kecil, tetapi ia sangat tanggap terhadap perbuatan ibunya, yang sedang mendo’akan kebaikan kaum muslimin dan muslimat. Si ibu berdo’a pula agar mereka dilimpahi rahmat dan berkah, sementara untuk dirinya sendiri ia tak berdo’a apa-apa.
Ibu itu adalah Fatimah Az-Zahra, sedangkan si bocah ialah anak laki-lakinya yaitu Al-Husain. Al-Husain menghabiskan malamnya untuk megamati ibunya, sedangkan ibunya menghabiskan waktunya semalam suntuk untuk bermunajat dan berdo’a. Al-Husain memperhatikan bahwa ibunya itu tidak mengucapkan sepatah do’a pun buat dirinya. Ia selalu berdo’a kepada Allah buat kaum muslimin dan muslimat sampai dating waktu fajar. Hal semacam ini mengundang pertanyaan dalam dirinya, “Wahai ibunda, mengapa engkau tidak memohon sesuatu pun buat dirimu, sebagaimana yang kamu pinta buat orang lain?”
Fatimah menjawab: “Wahai ananda, kita harus memikirkan tetangga lebih dulu, baru kemudian rumah tangga.”

Tidak ada komentar

Posting Komentar