Selasa, 14 Maret 2017

KEPUTUSAN YANG BIJAK

Ada seorang pemuda tampan di Kufah, kuat beribadah lagi rajin. Suatu ketika dia berkunjung ke Bani An-Nakha’, tanpa disengaja ia bert... thumbnail 1 summary


Ada seorang pemuda tampan di Kufah, kuat beribadah lagi rajin. Suatu ketika dia berkunjung ke Bani An-Nakha’, tanpa disengaja ia bertemu dengan seorang gadis yang sangat elok nan rupawan. Pertemuan ini membuat ia langsung mabuk kepayang, begitu halnya dengan si wanita. Tanpa membuang waktu si pemuda langsung mengirimkan utusan untuk melamar si gadis tadi. Sang ayah yang menerima utusan tersebut mengabarkan bahwa anak gadisnya telah dijodohkan dengan saudara sepupunya. Namun, rasa cinta yang sudah membara tidak padam begitu saja, malah semakin berkobar-kobar. Akhirnya  si gadis mengirimkan utusan untuk menyampaikan pesan yang berbunyi, “Aku tahu betapa besar rasa cintamu padaku, dan betapa besar aku diuji dengan kamu. Bila engkau berkenan aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk dating menemuiku di rumahku.”
Sebagai seorang pemuda yang bertakwa, ia merasa wajib menjaga kehormatannya, dua alternative yang diberikan si gadis idaman itu ditolaknya dengan jawaban yang bijak :
“Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar kiamat.” (Qs. 10:15)

Tidak ada komentar

Posting Komentar