Banyak orang yang menyalahkan
kondisi yang di terimanya saat ini. Mereka menyalahkan kondisi keluarganya yang
miskin, mereka menyalahkan lingkungannya yang tidak kondusif. Mereka
selalu menyalahkan orang lain dan semua
hal. Hanya ada satu hal yang tidak pernah
mereka salahkan, yaitu diri mereka sendiri.
Padahal, kita semua tahu bahwa
setiap kita telah diberikan potensi yang sama sebagai makhluk ciptan – Nya.
Kita semua tahu bahwa setiap manusia diciptakan dari setetes air mani, yang
kemudia menjadi segumpal daging, kemudian tumbuhlah ia menjadi janin dan
akhirnya menjadi seorang bayi. Dalam proses awal penciptaan manusia, tidak
kurang dari 3 juta sperma sang ayah berlomba untuk memperebutkan tempat pertama
bertemu dan melebur dengan satu – satunya sel telur sang ibu. Sel telur hanya
akan menerima dan melebur dengan satu sperma saja yang paling cepat berlari dan
paling pertama mencapainya. Bayangkan, dari 3 juta sperma tersebut, hanya ada
satu saja yang akan menjadi pemenang dan kemudian menjadi manusia. Bahkan dalam
beberapa literature kedokteran dikatakan, dalam perjalanannya menuju sel telur
tidak kurang dari 50% sperma mati di tengah jalan karena kehabisan energy dan
tidak kuat bersaing dengan yang yang lainnya.
“Dan juga pada dirimu sendiri,
maka apakah kamu tiada memperhatikan….”
(QS. Adz Dzaariyat:21)
Jadi, setiap manusia sesungguhnya
merupakan jelmaan dari sang pemenang. Setiap kita merupakan pemenang dari
kompetensi super ketat yang terjadi pada awal proses penciptaan kita. Oleh
karenanya patutlah dikatakan bahwa setiap kita telah dibekali dan dikondisikan
untuk siap menghadapi segala kondisi persaingan dan menjadi pemenang dalam
persaingan tersebut.
Kesimpulannya sangatlah jelas
bahwa siapapun dan dengan latar belakang apa pun, sesungghnya memilki potensi
dahsyat untuk menjadi juara dalam setiap kompetensi yang kita jalani. Setiap
anda berpotensi untuk menggapai sukses dalam setiap langkah hidup kita. Tidak
bergantung dari keluarga yang kaya atau miskin, tidak bergantung dari
sekolah/kampus mana kita berasal, tidak bergantung dari tersedianya sarana atau
tidak kita beraktivitas.
Perlu anda ingat bahwa, apapun
dan siapapun makhluk yang diciptakan Allah di langit dan bumi ini memiliki
karakteristik masing – masing. Jika kita melakukannya pengajian secara mendalam
tentang diri kita, pasti akan kita temukan unsur – unsure yang menjadi kekuatan
kita dan unsur – unsure yang menjadi kelemahan kita.
“Sejarah menunjukkan bahwa,
orang-orang yang berhasil mendayagunakan potensi dirinyaadalah mereka yang
berani berpikir dan bertindak secara sungguh-sungguh dan berkesinambungan untuk
mewujudkanmimpi-mimpinya menjadi kenyataan.”
Setiap kita diciptakan untuk
menjadi seorang juara, pemenang dalam kehidupan kita, tetapi harus kita sadari
bahwa kita memiliki titik-titik kekuatan dan titik-titik kelemahan. Orang-orang
yang berhasil memaksimalkan potensi dirinya adalah mereka yang mau mendalami,
mencari tahu, dan selalu mendayagunakan
kekuatannya. Mereka fokus pada kekuatannya dan tidak pada kelemahannya.
Sebagai bahan renungan, tahukah
anda bahwa burung terkecil didunia ini adalah burung Kolibri dan burung
terbesar adalah burung Onta? Burung Kolibri merupakan burung terkecil dan
memiliki bobot paling ringan didunia. Di satu sisi, ia hanya memilikibert 10
miligram saja yang sulit baginya untuk bertahan dari terpaan angin; disisi lain
burung ini ternyata memiliki kepakan sayap tercepat yang sebanyak 75 kali
kepakan sayap per detik. Hal inilah yang memungkin dia mengatur terpaan angin
pada dirinya dan dapat menghisap madu di bunga yang masih kuncup atau tidak
mengembang.
Burung Onta, merupakan burung
terbesar dengan berat rata-rata mencapai 150kg. Tetapi tahukah anda bahwa
Burung Onta adalah burung yang tidak bisa terbang. Akan tetapi burung ini dapat
berlari dengan kecepatan tinggi mencapai 90km/jam, dan lompatannya mencapai
jarak jauh 4-5 meter sekali lompat. Yang memungkinkan ia terbebas dari kejaran
hewan pemangsa.
Jadi sekali lagi, setiap kita
memiliki titik-titik kekuatan dan titik-titik kelemahan, sebagaimana ilustrasi
di atas. Nah uniknya, orang-orang yang berhasil memaksimalkan potensi dirinya
adalah mereka yang mau mendalami, mencari tahu, dan selalu mendayagunakan kekuatannya. Mereka fokus pada kekuatannya
dan tidak pada kelemahannya. Maka fokuslah pada kelebihan dan kekuatan anda,
cari tahu ia dan berdayagunakanlah.

Tidak ada komentar
Posting Komentar