Jumat, 03 Maret 2017

Manusia Pribadi Yang Unik

Banyak orang yang menyalahkan kondisi yang di terimanya saat ini. Mereka menyalahkan kondisi keluarganya yang miskin, mereka menyalahkan ... thumbnail 1 summary
Banyak orang yang menyalahkan kondisi yang di terimanya saat ini. Mereka menyalahkan kondisi keluarganya yang miskin, mereka menyalahkan lingkungannya yang tidak kondusif. Mereka selalu  menyalahkan orang lain dan semua hal. Hanya ada satu hal yang  tidak pernah mereka salahkan, yaitu diri mereka sendiri.



Padahal, kita semua tahu bahwa setiap kita telah diberikan potensi yang sama sebagai makhluk ciptan – Nya. Kita semua tahu bahwa setiap manusia diciptakan dari setetes air mani, yang kemudia menjadi segumpal daging, kemudian tumbuhlah ia menjadi janin dan akhirnya menjadi seorang bayi. Dalam proses awal penciptaan manusia, tidak kurang dari 3 juta sperma sang ayah berlomba untuk memperebutkan tempat pertama bertemu dan melebur dengan satu – satunya sel telur sang ibu. Sel telur hanya akan menerima dan melebur dengan satu sperma saja yang paling cepat berlari dan paling pertama mencapainya. Bayangkan, dari 3 juta sperma tersebut, hanya ada satu saja yang akan menjadi pemenang dan kemudian menjadi manusia. Bahkan dalam beberapa literature kedokteran dikatakan, dalam perjalanannya menuju sel telur tidak kurang dari 50% sperma mati di tengah jalan karena kehabisan energy dan tidak kuat bersaing dengan yang yang lainnya.
 
Dan juga pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tiada memperhatikan…. (QS. Adz Dzaariyat:21)
Jadi, setiap manusia sesungguhnya merupakan jelmaan dari sang pemenang. Setiap kita merupakan pemenang dari kompetensi super ketat yang terjadi pada awal proses penciptaan kita. Oleh karenanya patutlah dikatakan bahwa setiap kita telah dibekali dan dikondisikan untuk siap menghadapi segala kondisi persaingan dan menjadi pemenang dalam persaingan tersebut.
Kesimpulannya sangatlah jelas bahwa siapapun dan dengan latar belakang apa pun, sesungghnya memilki potensi dahsyat untuk menjadi juara dalam setiap kompetensi yang kita jalani. Setiap anda berpotensi untuk menggapai sukses dalam setiap langkah hidup kita. Tidak bergantung dari keluarga yang kaya atau miskin, tidak bergantung dari sekolah/kampus mana kita berasal, tidak bergantung dari tersedianya sarana atau tidak kita beraktivitas.
Perlu anda ingat bahwa, apapun dan siapapun makhluk yang diciptakan Allah di langit dan bumi ini memiliki karakteristik masing – masing. Jika kita melakukannya pengajian secara mendalam tentang diri kita, pasti akan kita temukan unsur – unsure yang menjadi kekuatan kita dan unsur – unsure yang menjadi kelemahan kita.

Sejarah menunjukkan bahwa, orang-orang yang berhasil mendayagunakan potensi dirinyaadalah mereka yang berani berpikir dan bertindak secara sungguh-sungguh dan berkesinambungan untuk mewujudkanmimpi-mimpinya menjadi kenyataan.”

Setiap kita diciptakan untuk menjadi seorang juara, pemenang dalam kehidupan kita, tetapi harus kita sadari bahwa kita memiliki titik-titik kekuatan dan titik-titik kelemahan. Orang-orang yang berhasil memaksimalkan potensi dirinya adalah mereka yang mau mendalami, mencari tahu, dan selalu mendayagunakan  kekuatannya. Mereka fokus pada kekuatannya dan tidak pada kelemahannya.
Sebagai bahan renungan, tahukah anda bahwa burung terkecil didunia ini adalah burung Kolibri dan burung terbesar adalah burung Onta? Burung Kolibri merupakan burung terkecil dan memiliki bobot paling ringan didunia. Di satu sisi, ia hanya memilikibert 10 miligram saja yang sulit baginya untuk bertahan dari terpaan angin; disisi lain burung ini ternyata memiliki kepakan sayap tercepat yang sebanyak 75 kali kepakan sayap per detik. Hal inilah yang memungkin dia mengatur terpaan angin pada dirinya dan dapat menghisap madu di bunga yang masih kuncup atau tidak mengembang.
Burung Onta, merupakan burung terbesar dengan berat rata-rata mencapai 150kg. Tetapi tahukah anda bahwa Burung Onta adalah burung yang tidak bisa terbang. Akan tetapi burung ini dapat berlari dengan kecepatan tinggi mencapai 90km/jam, dan lompatannya mencapai jarak jauh 4-5 meter sekali lompat. Yang memungkinkan ia terbebas dari kejaran hewan pemangsa.
Jadi sekali lagi, setiap kita memiliki titik-titik kekuatan dan titik-titik kelemahan, sebagaimana ilustrasi di atas. Nah uniknya, orang-orang yang berhasil memaksimalkan potensi dirinya adalah mereka yang mau mendalami, mencari tahu, dan selalu mendayagunakan  kekuatannya. Mereka fokus pada kekuatannya dan tidak pada kelemahannya. Maka fokuslah pada kelebihan dan kekuatan anda, cari tahu ia dan berdayagunakanlah.

Tidak ada komentar

Posting Komentar