Sabtu, 11 Maret 2017

NABI MUHAMMAD DAN ORANG BADUI

Seorang Arab Badui pergi ke Madinah dan masuk ke masjid guna meminta sesuatu kepada Nabi. Dilihatnya Nabi sedang duduk di tengah para s... thumbnail 1 summary


Seorang Arab Badui pergi ke Madinah dan masuk ke masjid guna meminta sesuatu kepada Nabi. Dilihatnya Nabi sedang duduk di tengah para sahabatnya. Mendekatlah ia kepada Nabi, kemudian mengemukakan keperluannya. Ia mendesak agar beliau mau membantunya, lalu Nabi pun memberinya sesuatu.
Rupanya ia tidak puas dengan pemberian Nabi itu, dan menganggap apa yang ia peroleh itu terlalu sedikit. Ia melontarkan kata – kata kasar yang membangkitkan api kemarahan para sahabat. Tetapi Nabi kemudian menenangi mereka – para sahabat, dan keluar dari masjid sembari mengajak si Badui ke rumahnya. Sesampainya dirumah, beliau memberi si Badui itu sesuatu, untuk menambah pemberian yang pertama.
Menyaksikan perilaku dan akhlak Nabi yang jauh berbeda dengan raja – raja dan para pemimpin yang lain ia pun menyatakan rasa puasnya dengan berkata: “Mudah – mudahan Allah memberikan imbalan kebaikanmu”
Nabi menyahut: “Kau telah mengatakan sesuatu yang menimbulkan rasa kesal pada diri para sahabatku. Saya khawatir mereka akan marah kepadamu. Jika kau mau,  katakanlah kepada mereka seperti yang telah kau katakana kepadaku, sehingga lenyaplah kekesalan mereka”.
     “Baiklah akan aku katakana”, ucapnya.
Keesokan harinya ia datang kembali ke masjid. Didapatinya Rasulullah sedang duduk bersama para sahabat. Beliau menengok kepada mereka sembari berkata: “Orang Badui ini mengatakan sesuatu. Maka saya tambahi pemberianku kepadanya. Ternyata ia merasa puas. Bukankah demikian wahai Badui?” Tanya Nabi.
    “Ya, betul” ,jawabnya.
Lalu ia mengulangi perkataan seperti yang dia ucapkan di hadapan Nabi: “Mudah – mudahan Allah memberikan imbalan kebaikan kepadamu”.
Di saat itu Nabi menengok kepada para sahabat sahabatnya sambil berkata: “Perumpamaan saya dengan dia, bagaikan seorang pemilik unta yang lepas untanya. Orang – orang sama mengejarnya, namun unta itu semakin jauh. Maka si pemilik unta memanggil mereka dan memberi tahu agar mereka tidak usah ikut mengejarnya. Ia merasa lebih tahu dari pada mereka bagaimana cara menangkapnya. Akhirnya ia pun dapat menangkapnya, lalu unta itu diikatnya kuat – kuat dan ia duduk diatasnya. Begitulah perumpamaanya, jika aku membiarkan kamu membunuhnya ketika ia berkata kemarin, tentu dia akan masuk api neraka

Tidak ada komentar

Posting Komentar