Seorang Arab Badui pergi ke Madinah dan masuk ke masjid guna
meminta sesuatu kepada Nabi. Dilihatnya Nabi sedang duduk di tengah para
sahabatnya. Mendekatlah ia kepada Nabi, kemudian mengemukakan keperluannya. Ia
mendesak agar beliau mau membantunya, lalu Nabi pun memberinya sesuatu.
Rupanya ia tidak puas dengan pemberian Nabi itu, dan
menganggap apa yang ia peroleh itu terlalu sedikit. Ia melontarkan kata – kata
kasar yang membangkitkan api kemarahan para sahabat. Tetapi Nabi kemudian
menenangi mereka – para sahabat, dan keluar dari masjid sembari mengajak si
Badui ke rumahnya. Sesampainya dirumah, beliau memberi si Badui itu sesuatu,
untuk menambah pemberian yang pertama.
Menyaksikan perilaku dan akhlak Nabi yang jauh berbeda dengan
raja – raja dan para pemimpin yang lain ia pun menyatakan rasa puasnya dengan
berkata: “Mudah – mudahan Allah memberikan imbalan kebaikanmu”
Nabi menyahut: “Kau telah mengatakan sesuatu yang
menimbulkan rasa kesal pada diri para sahabatku. Saya khawatir mereka akan
marah kepadamu. Jika kau mau, katakanlah
kepada mereka seperti yang telah kau katakana kepadaku, sehingga lenyaplah
kekesalan mereka”.
“Baiklah akan aku katakana”, ucapnya.
Keesokan harinya ia datang kembali ke masjid. Didapatinya
Rasulullah sedang duduk bersama para sahabat. Beliau menengok kepada mereka
sembari berkata: “Orang Badui ini mengatakan sesuatu. Maka saya tambahi
pemberianku kepadanya. Ternyata ia merasa puas. Bukankah demikian wahai Badui?”
Tanya Nabi.
“Ya, betul” ,jawabnya.
Lalu ia mengulangi perkataan seperti yang dia ucapkan di
hadapan Nabi: “Mudah – mudahan Allah memberikan imbalan kebaikan kepadamu”.
Di saat itu Nabi menengok kepada para sahabat sahabatnya
sambil berkata: “Perumpamaan saya dengan dia, bagaikan seorang pemilik unta
yang lepas untanya. Orang – orang sama mengejarnya, namun unta itu semakin
jauh. Maka si pemilik unta memanggil mereka dan memberi tahu agar mereka tidak
usah ikut mengejarnya. Ia merasa lebih tahu dari pada mereka bagaimana cara
menangkapnya. Akhirnya ia pun dapat menangkapnya, lalu unta itu diikatnya kuat
– kuat dan ia duduk diatasnya. Begitulah perumpamaanya, jika aku membiarkan
kamu membunuhnya ketika ia berkata kemarin, tentu dia akan masuk api neraka
Tidak ada komentar
Posting Komentar