Sabtu, 11 Maret 2017

MUSLIM DAN DZIMMI

Dahulu Kufah kota tempat segala putusan dan komando umat sekaligus merupakan pusat perhatian negeri – negeri Islam. Pada suatu hari p... thumbnail 1 summary


Dahulu Kufah kota tempat segala putusan dan komando umat sekaligus merupakan pusat perhatian negeri – negeri Islam.
Pada suatu hari pergilah seorang Muslim ke sana. Di luar rencana, dia berjumpa dengan seseorang dzimmi (orang kafir yang berada dibawah lindungan orang islam yang juga sedang melakukan perjalanan. Terjadilah percakapan antara mereka berdua
“Saya akan pergi ke Kufah” kata si Muslim.
“Adapun saya akan pergi ke tempat yang tak jauh dari Kufah”, ujar si dzimmi.
Akhirnya mereka bersepakat untuk berjalan bersama, dan selama diperjalanan mereka terlibat dalam percakapan yang mengasyikkan. Saking asyiknya, tak merasa bahwa perjalanan ditempuh cukup lama dan panjang. Dan akhirnya sampailah mereka  di persimpangan jalan yang memisahkan arah mereka  ke masing – masing tujuan. Namun menuju Kufah, ia terus saja menyertai si dzimmi. Maka si dzimmi  pun bertanya:
“Bukankah anda bermaksud akan ke Kufah?”
“Memang betul”, jawab si Muslim.
Tetapi kenapa anda tidak membelok?ini bukan jalan menuju Kufah”
“Ya aku mengerti. Tapi bukankah merupakan kebaikan dari suatu persahabatan, bila aku mengantar anda barang sejenak sebelum kita berpisah?
Nabi kami, Muhammad, meganjurkan hal yang demikian.”
“Pantaslah banyak orang yang mengikuti Nabimu, karena akhlaknya sangat terpuji dan perbuatannya sangat mulia. Dan kini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku mengikuti agamamu”.

Tidak ada komentar

Posting Komentar