Minggu, 12 Maret 2017

Ketika Rasulullah sedang duduk dengan orang kaya dan orang miskin

Ketika Rasulullah sedang duduk-duduk bersama sahabatnya, datanglah kepada beliau seorang miskin yang tak berpakaian. Disamping Rasulull... thumbnail 1 summary


Ketika Rasulullah sedang duduk-duduk bersama sahabatnya, datanglah kepada beliau seorang miskin yang tak berpakaian. Disamping Rasulullah duduklah seorang kaya. Begitu melihat kedatangan si miskin, serta merta orang kaya itu melipatkan ujung pakaiannya yang menjulur. Ia tak merasa bahwa Rasulullah memperhatikan gerak-geriknya.
Demi melihat gerak-gerik yang kurang sedap dalam pandangan Rasulullah, maka beliau bertanya kepada si kaya: “Engkau melipat pakaianmu. Apakah karena takut tersentuh oleh si fakir yang baru datang itu?”
“Tidak”, jawabnya.
“Apakah kau khawatir kalau—kalau hartamu akan terambil sebagian untuknya?” Tanya Rasulullah.
“Tidak”, sahutnya.
“Lantas apa yang menyebabkan kamu berbuat seperti itu?”
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya mempunyai teman setan. Ia selalu menghiasi barang yang jelek, sehingga tampak baik dihadapanku, sedangkan hal-hal yang baik ia jelek-jelekkan didepan mataku.
Saya mengaku kesalahan saya, dan saya bersedia menebusnya tindakan saya tadi dengan memberikan separoh kekayaanku kepadanya”.
Maka Rasulullah pun bertanya kepada si miskin: “Apakah kau bersedia menerimanya?”.
“Tidak”, jawabnya.
Si kaya heran mendengar jawabannya, lalu balik bertanya: ”Mengapa?”
“Aku khawatir kalau-kalau setang yang menyertaimu itu, menyertaiku pula”.

Tidak ada komentar

Posting Komentar